CARA BIJAK MENGHADAPI KRITIK
Tuesday, July 12, 2016
Marcello Lippi adalah pelatih tim sepak bola nasional Italia yang sukses membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia 2006. Berharap dapat kembali membawa Italia menjadi juara dunia, Lippi lalu dipercaya untuk menangani Italia di Piala Dunia 2010. Namun sayang, seiring berjalannya waktu, Lippi mulai enggan menerima masukan. Selama masa persiapan menuju Piala Dunia 2010 ia sering dikritik karena terlalu mengandalkan pemain lama yang sudah menua dan kerap kalah dalam beberapa pertandingan uji coba karena lawan sudah mempelajari gaya bermain mereka. Namun Lippi bersikukuh bahwa kekalahan seperti itu biasa dalam masa persiapan. Singkat kata, Lippi menutup telinga atas segala masukan dan kritik. Akhirnya, ketakutan Italia menjadi kenyataan. Jangankan mempertahankan gelar juara dunia, tim nasional Italia malah sudah tersingkir di babak pertama Piala Dunia 2010. Sebuah akhir yang sangat memalukan bagi sebuah tim juara bertahan, hanya karena seorang pelatih yang tidak bisa menerima kritik.
Pada prinsipya, kritik adalah sebuah masukan, namun disampaikan dengan cara yang tidak sesuai dengan harapan kita. Terlepas dari bagaimana sebuah kritik disampaikan, ia tetaplah sebuah masukan yang perlu diberi perhatian. Kritik adalah bentuk lain dari perhatian. Selama ada kritik berarti masih ada orang yang memerhatikan kita.
Mengapa kritik itu perlu? Kritik memperkaya pandangan kita. Keputusan yang baik dibuat dengan memperhitungkan segala kemungkinan dari beragam sudut pandang. Sebagai manusia yang penuh keterbatasan, kita hanya bisa melihat dari sudut pandang kita sendiri. Kitab Amsal berkata bahwa kemenangan bisa diraih apabila memiliki penasihat yang banyak.
Amsal 11 : 14 - Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.
Amsal 15 : 22 - Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.
Amsal 24 : 6 - Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
Sudut pandang yang beragam akan menghindarkan kita dari terjadinya sebuah kesalahan yang tidak terdeteksi.
Kritik membuat kita tetap membumi. Orang menjadi besar bukan karena pujian, melainkan lewat kritik dan jatuh-bangun dalam kehidupan. Bukankah teguran yang nyata-nyata lebih baik dari pada kasih yang tersembunyi? (Amsal 27 : 5). Kritik akan membuat kita tetap menyadari bahwa kita masih punya kekurangan dan tidak terbuai oleh sanjungan. Amsal 27 : 17 berkata bahwa besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Kritik mendekatkan visi kita kepada realita!
Terimalah kritik dengan lapang dada. Yang 'salah' dari sebuah kritik hanyalah kemasannya, namun isinya tetap baik dan berguna. Fokuslah pada isi kritik, jangan mempermasalahkan kemasan atau cara penyampaiannya. Di sisi yang lain, jadikanlah si pengkritik sebagai sahabat. Dibutuhkan sikap rendah hati untuk bisa menerima kritik dan berterima kasih kepada orang yang memberikannya. Siapa tahu itu menjadi anak tangga menuju gerbang kesuksesan!
Kritik kadang disampaikan dengan cara yang kurang baik. Fokuslah pada isinya dan abaikan kemasannya!
Sumber : Manna Sorgawi (Edisi : Februari 2012)

0 comments